Langsung ke konten utama

MENGEJAR YANG TAK BISA DIRAIH

 Mungkin kita pernah mendengar ungkapan ahli hikmah yang berbunyi: “Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih”. Tapi seringkali ungkapan ini dinukil setengah-setengah. Padahal ungkapan ini mengandung makna yang sangat luar biasa bila dinukil seutuhnya. “Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih, sedangkan ridho Allah adalah sesuatu yang tak sepatutnya ditinggal.

Oleh karena itu, tinggalkanlah apa yang tidak mampu diraih, dan raihlah apa yang tak sepatutnya ditinggal.” Berharap pada manusia itu melelahkan. Bila engkau memiliki 99 kebaikan dan satu keburukan, maka mereka akan mencelamu karena satu kesalahan itu dan melupakan 99 lainnya.

Begitulah laku manusia… Tapi tidak dengan Allah. . Bila engkau memiliki 99 keburukan dan satu 1 kebaikan, maka Allah akan mengampunimu karena satu kebaikan itu berkat kemurahanNya. Itu bila engkau tidak menyekutukan-Nya. Begitulah kasih Allah..
Jadi… mengapa engkau sibuk dengan manusia lalu menjauh dari Allah.? 'Dan hanya kepada Rabb-mu, hendaklah kamu berharap'

Yakni dan untuk segala keperluanmu, maka panjatkanlah kepada Rabb-mu.

• Membawa selusin bodyanguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.
• Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.
• Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.
• Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.
• Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati,tidak tamak dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.
• Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.
• Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.
• Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”—dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.
• Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta, Rumahtanggaa adalah "titipan sementara". Itulah kehidupan.
• Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk berbisayukur dengan keadaanmu! Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, “Ini saatnya pulang!”—memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan serta sombongkan.

By. H.SS Danish Lutfi.


Read Article Online

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janganlah Melampaui Batas

 Beberapa hari yang lalu Saya membaca koran, ada sebuah bengkel terbakar habis karena seorang montir disitu menyalakan rokok dan api menyambarnya. Itulah alasannya mengapa di setiap bengkel, spbu, pabrik, bahkan dihutan pun selalu ada peringatan dilarang merokok. Terhadap peringatan tersebut sering kita berpikir, ini berlebih"an. Masakkan di kantin bengkel saja tidak boleh merokok, atau ditengah hutan begini apa salahnya menyulut sebatang rokok dan seterusnya. Ternyata berdasarkan fakta diatas tadi larangan merokok diberbagai tempat bukan sesuatu yang berlebih"an sudah seharusnya begitu dan yang mengabaikan peringatan itu benar" melampaui batas. sangat terasa bahwa kerja adalah ibadah, yang menjadi bekal dikampung akhirat kelak, juga sekaligus memberi banyak sekali kebaikan dikampung dunia ini. Bekerjalah karena bersyukur. Demikianlah ketika kita melihat orang-orang yang bersikap Zuhud dan wara' Kita berpikir ah..... Gak gitu" amat lah, longgarlah sedikit... Dan...

Apakah Kritikan ada yang Positif?

 Saya dulu sering mengkritik orang lain, dengan asumsi menurut saya, saya sendiri sudah merasa benar dan orang yg saya kritik salah. Mengapa dulu saya sering mengkritik orang lain ? Karena saya percaya & banyak orang percaya bahwa kritik itu, membangun. Itulah mengapa sering kita mendengar orang berkata tidak apa asalkan Kritik Membangun. Setelah usia semakin bertambah & saya mulai tertarik untuk belajar tentang buku 2x kebijaksanaan, saya terbelalak bahwa sebagian besar buku 2x Wisdom mengatakan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA kritik yg MEMBANGUN, semua kritik itu bersifat menghancurkan, merusak & menekan perasaan orang yg dikritiknya. Sampai suatu ketika saya membaca buku hasil experimen Masaru Emoto dari Jepang, yg melakukan uji coba nasi/beras yg kemudian diletakkan di dalam toples yg berbeda. Toples yg pertama setiap hari diberikan kritikan terus & di tempel kertas bertulisan kata yg mengkritik, kemudian toples yg kedua diberi pujian & motivasi setiap hari. Da...

KELUARGA YANG WAJAR (atau tidak wajar ?)

Seorang Ayah merancang dua hari pada akhir bulan ini untuk ber wisata dengan isteri dan dua anak lelakinya yang menginjak dewasa. Merancang anggaran, menginap dimana aktifitas apa, mengambil uang sedikit ditabungan untuk membiayai itu semua.  Ketika mendekati hari H untuk menghubungi travel biro yang mengatur perjalanan, pada makan malam setelah shalat maghrib, sang Ayah bercerita rencana"nya, isteri dan anak mendengar dengan sungguh ". Setelah selesai Isteri berkata, Mama ada usul boleh ? Silahkan ... Isteri sambil tersenyum meneruskan, begini Mama sebenarnya ingin akhir bulan ini dirumah saja membayar puasa Ramadhan kemarin masih 3 hari lagi dan juga menyelesaikan khatam al qur'an yang tertunda. Kita pergi kesana bulan depan saja. Sang Ayah berkata subhanallah... Sebenar Ayah pun lebih senang berada di mesjid dekat rumah dua hari akhir bulan ini sambil turut serta membantu pembangunan mesjid itu. Kedua anak laki"nya sambil melonjak gembira mengatakan kami ikut Ayah...