Bibir yang memproduksi ucapan adalah menggambarkan apa yang ada dalam pikiran. Bibir tidak memiliki kekuasaan apa ", yang berkuasa adalah pikiran, bibir hanya menyampaikan isi kepala, bibir tidak bisa menyampaikan lain dari yang dipikirkan. Isi kepala yang baik akan terlihat dari ucapan " yang baik.
Demikian pula sebaliknya. Isi kepala lah yang memilih kata kata. Kepala kita perlu kita ganti untuk memastikan apa yang keluar dari bibir kita hanyalah yang baik" saja. Demikian juga taat aturan berlalu lintas adalah cerminan akhlak baik. Taat berlalu lintas adalah menggambarkan isi kepala kita baik.
Baik Apa yang diucapkan, cara berlalu lintas, pakaian apa yang dikenakan, warna yang dipilih, kendaraan apa yang dipakai, bagaimana memakainya, kemana sering pergi, siapa teman", keputusan apa yang diambil, semua itu menceritakan apa isi kepala kita, menjelaskan apakah kita seorang yang baik atau tidak.
Sia-sia untuk berpura-pura, tidak ada yang bisa disembunyikan dari orang lain semuanya bercerita tentang siapa kita. Sangat mudah meramal nasib orang lain atau nasib diri sendiri tentang bagaimana masa depan kita selama didunia dan juga masa depan kita diakhirat kelak. Cara mengetahuinya adalah dengan melihat sebaik apa kita sekarang. Itulah masa depan kita. Makin baik kita makin baiklah masa depan kita.
Cara yang terbaik adalah Change Our minds, change Our world change our hereafter. Apakah kalimat yang kita pilih, cara kita berkendara, pakaian yang kita pakai, peralatan yang kita gunakan, tempat yang sering kita datangi, teman yang kita miliki, waktu yang kita gunakan baik, dsb ? Bila semua itu baik artinya kita orang baik. Masa depan kita disini dan disana akan baik. InsyaAllah.....
Beberapa hari yang lalu Saya membaca koran, ada sebuah bengkel terbakar habis karena seorang montir disitu menyalakan rokok dan api menyambarnya. Itulah alasannya mengapa di setiap bengkel, spbu, pabrik, bahkan dihutan pun selalu ada peringatan dilarang merokok. Terhadap peringatan tersebut sering kita berpikir, ini berlebih"an. Masakkan di kantin bengkel saja tidak boleh merokok, atau ditengah hutan begini apa salahnya menyulut sebatang rokok dan seterusnya. Ternyata berdasarkan fakta diatas tadi larangan merokok diberbagai tempat bukan sesuatu yang berlebih"an sudah seharusnya begitu dan yang mengabaikan peringatan itu benar" melampaui batas. sangat terasa bahwa kerja adalah ibadah, yang menjadi bekal dikampung akhirat kelak, juga sekaligus memberi banyak sekali kebaikan dikampung dunia ini. Bekerjalah karena bersyukur. Demikianlah ketika kita melihat orang-orang yang bersikap Zuhud dan wara' Kita berpikir ah..... Gak gitu" amat lah, longgarlah sedikit... Dan...
Komentar
Posting Komentar