Skip to main content

Posts

Change Our minds, change Our world change our here-after

Bibir yang memproduksi ucapan adalah menggambarkan apa yang ada dalam pikiran. Bibir tidak memiliki kekuasaan apa ", yang berkuasa adalah pikiran, bibir hanya menyampaikan isi kepala, bibir tidak bisa menyampaikan lain dari yang dipikirkan. Isi kepala yang baik akan terlihat dari ucapan " yang baik. Demikian pula sebaliknya. Isi kepala lah yang memilih kata kata. Kepala kita perlu kita ganti untuk memastikan apa yang keluar dari bibir kita hanyalah yang baik" saja. Demikian juga taat aturan berlalu lintas adalah cerminan akhlak baik. Taat berlalu lintas adalah menggambarkan isi kepala kita baik. Baik Apa yang diucapkan, cara berlalu lintas, pakaian apa yang dikenakan, warna yang dipilih, kendaraan apa yang dipakai, bagaimana memakainya, kemana sering pergi, siapa teman", keputusan apa yang diambil, semua itu menceritakan apa isi kepala kita, menjelaskan apakah kita seorang yang baik atau tidak. Sia-sia untuk berpura-pura, tidak ada yang bisa disembunyikan dari orang
Recent posts

MENGEJAR YANG TAK BISA DIRAIH

 Mungkin kita pernah mendengar ungkapan ahli hikmah yang berbunyi: “Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih”. Tapi seringkali ungkapan ini dinukil setengah-setengah. Padahal ungkapan ini mengandung makna yang sangat luar biasa bila dinukil seutuhnya. “Ridho manusia adalah cita yang tak bisa diraih, sedangkan ridho Allah adalah sesuatu yang tak sepatutnya ditinggal. Oleh karena itu, tinggalkanlah apa yang tidak mampu diraih, dan raihlah apa yang tak sepatutnya ditinggal.” Berharap pada manusia itu melelahkan. Bila engkau memiliki 99 kebaikan dan satu keburukan, maka mereka akan mencelamu karena satu kesalahan itu dan melupakan 99 lainnya. Begitulah laku manusia… Tapi tidak dengan Allah. . Bila engkau memiliki 99 keburukan dan satu 1 kebaikan, maka Allah akan mengampunimu karena satu kebaikan itu berkat kemurahanNya. Itu bila engkau tidak menyekutukan-Nya. Begitulah kasih Allah.. Jadi… mengapa engkau sibuk dengan manusia lalu menjauh dari Allah.? 'Dan hanya kepada Rabb-mu, hen

Tulus itu bukan menang kalah

Pemikiran menang-kalah pada laki-laki vs perempuan, itu ciri dari tidak adanya ketulusan dan selama ketulusan tidak ada, Rumahtangga tidak akan pernah bahagia. Dengan mau belajar cara ber-Rumahtangga membuang keculasan membangun ketulusan/ke ikhlasan/kasih sayang.. Mari kita renungkan, mungkin kah damai bila kita selalu berpikir, yang kuberi apa yang kuperoleh apa, aku lebih baik dari dia, siapa yang menang siapa yang kalah dsb. Mungkinkah damai ? Beri saja walau tau tidak akan dibalas, tolong saja walau tau tidak akan dihargai, bangun saja walau tau akan dilupakan. Cukuplah Allah Swt yang menilai..... Culas itu tidak tulus.... Tidak tulus membelenggu, membuat hidup kita lelah, tulus membuat pikiran kita akan merdeka, ringan tanpa beban, nyaman dan bersyukur. Terserah Kita memilih tulus atau culas.. Tulus itu memberi. Amati apa kata Islam tentang memberi, memaafkan, menjadi orang yang penolong/bermanfaat. pada pasangan Kita, apakah kita memberi, memaafkan dan menolong tanpa mengharap k

Tentang Tabayyun

 Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya. Tabayyun adalah akhlaq mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan dalam pergaulan. Pada masyarakat yang suka tabayyun, maka masyarakat itu akan bebas dari GPBF (Gosip-Prasangka-Bergunjing-Fitnah) , kebencian, permusuhan dan pertengkaran. Pemfitnah, penggosip dan yang suka prasangka tidak nyaman berada di masyarakat yang suka tabayyun. Bila tabayyun dibiasakan, Pemfitnah, penggosip dan yang suka prasangka akan "ketahuan" bahwa yang disebarkannya berita bohong. Maka pemfitnah, penggosip dan yang suka prasangka akan merubah tabiatnya, atau pergi dari masyarakat penyuka Tabayyun. Penting bagi Kita untuk membiasakan diri melakukan tabayyun, dan b

TENTANG QUADRANT PIKIRAN

Pada Quadrant waktu, Kita bisa melihat siapa Kita. Bila Kita banyak menghabiskan waktu pada Quadrant penting tidak mendesak, berarti Kita bisa diperkirakan adalah orang" yang hidup nya efektif dan efisien, mengerjakan hal" yang benar dengan cara yang benar. Sebalik nya bila Kita banyak menghabiskan waktu pada Quadrant tidak penting tidak mendesak, maka Kita bisa digolongkan orang yang merugi, mengerjakan hal" yang tidak penting dan tidak berguna sama sekali. Apa boleh buat, Kita adalah orang yang tidak berguna. Dalam Islam, manusia diingatkan agar jangan berkata kata serta berbuat sia sia. Bahwa apa yang Kita kerjakan, dimana Kita berada, itu ditentukan oleh apa yang Kita pikirkan. Kita adalah apa yang Kita pikirkan. Lalu dari situlah timbul keputusan apa yang kita lakukan dan dimana Kita berada. Dapat diperkirakan bila Kita sering di mall dan window shopping, maka isi pikiran Kita adalah tentang barang branded dan yang semacam itu. Sering di Mesjid artinya pikiran Kita