Langsung ke konten utama

Janganlah Melampaui Batas

 Beberapa hari yang lalu Saya membaca koran, ada sebuah bengkel terbakar habis karena seorang montir disitu menyalakan rokok dan api menyambarnya. Itulah alasannya mengapa di setiap bengkel, spbu, pabrik, bahkan dihutan pun selalu ada peringatan dilarang merokok.
Terhadap peringatan tersebut sering kita berpikir, ini berlebih"an. Masakkan di kantin bengkel saja tidak boleh merokok, atau ditengah hutan begini apa salahnya menyulut sebatang rokok dan seterusnya. Ternyata berdasarkan fakta diatas tadi larangan merokok diberbagai tempat bukan sesuatu yang berlebih"an sudah seharusnya begitu dan yang mengabaikan peringatan itu benar" melampaui batas.

sangat terasa bahwa kerja adalah ibadah, yang menjadi bekal dikampung akhirat kelak, juga sekaligus memberi banyak sekali kebaikan dikampung dunia ini. Bekerjalah karena bersyukur.

Demikianlah ketika kita melihat orang-orang yang bersikap Zuhud dan wara' Kita berpikir ah..... Gak gitu" amat lah, longgarlah sedikit... Dan sebagainya. Tetapi sebenarnya zuhud dan wara' tidak lah berlebih"an memang demikianlah seharusnya. Yang tidak begitulah sebenarnya yang sungguh melampaui batas, yang tampil dalam kegagalan, kegagalan didunia dan masuk ditempat yang buruk di akhirat kelak...Sungguh kita selalu melampaui batas... Astaghfirullah......

BALASLAH DENGAN KEBAIKAN

Allah SWT berfirman, "Wahai manusia! Telah datang kepada kalian nasihat dan obat pelipur lara dari Tuhan kalian. (QS Yunus:57). Mengapa kalian hanya berbuat baik terhadap orang yang berbuat baik pada kalian? Kalian hanya menyambung tali silaturahmi dengan orang yang bersilaturahmi dengan kalian. Kalian hanya bicara dengan orang yang mengajak kalian bicara. Kalian hanya memberi makan pada orang yang memberi makan pada kalian, dan hanya menghormati orang yang menghormati kalian. Tidak ada seorang pun yang lebih mulia daripada yang lain. 

Yang disebut orang mukmin hanyalah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka berbuat baik pada orang yang berbuat jahat kepadanya, menyambung tali silaturahmi dengan orang yang memutuskan hubungan dengannya, memaafkan orang yang tidak memberi maaf, menunaikan amanah terhadap orang yang mendurhakainya, mengajak bicara orang yang meninggalkannya, dan menghormati orang yang merendahkannya. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui atas kalian semua."
----Dikutip dari kitab Kimiya As-Saadah karya Imam Al-Ghazali.

Semoga kita semua menjadi orang yang berbuat baik pada orang yang berbuat jahat, menyambung tali silaturahmi dengan orang yang memutuskan hubungan, memaafkan orang yang tidak memberi maaf, menunaikan amanah terhadap orang yang mendurhakai, mengajak bicara orang yang meninggalkan, dan menghormati orang yang merendahkan. Akhlak seperti itulah yang ingin dicapai....
Aku dengar aku patuh.

Prof.H.Abdul Khaliq Fajduani, SH

By AFAYIN CHANNEL  

niche plr articles 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Kritikan ada yang Positif?

 Saya dulu sering mengkritik orang lain, dengan asumsi menurut saya, saya sendiri sudah merasa benar dan orang yg saya kritik salah. Mengapa dulu saya sering mengkritik orang lain ? Karena saya percaya & banyak orang percaya bahwa kritik itu, membangun. Itulah mengapa sering kita mendengar orang berkata tidak apa asalkan Kritik Membangun. Setelah usia semakin bertambah & saya mulai tertarik untuk belajar tentang buku 2x kebijaksanaan, saya terbelalak bahwa sebagian besar buku 2x Wisdom mengatakan bahwa sesungguhnya TIDAK ADA kritik yg MEMBANGUN, semua kritik itu bersifat menghancurkan, merusak & menekan perasaan orang yg dikritiknya. Sampai suatu ketika saya membaca buku hasil experimen Masaru Emoto dari Jepang, yg melakukan uji coba nasi/beras yg kemudian diletakkan di dalam toples yg berbeda. Toples yg pertama setiap hari diberikan kritikan terus & di tempel kertas bertulisan kata yg mengkritik, kemudian toples yg kedua diberi pujian & motivasi setiap hari. Da...

KELUARGA YANG WAJAR (atau tidak wajar ?)

Seorang Ayah merancang dua hari pada akhir bulan ini untuk ber wisata dengan isteri dan dua anak lelakinya yang menginjak dewasa. Merancang anggaran, menginap dimana aktifitas apa, mengambil uang sedikit ditabungan untuk membiayai itu semua.  Ketika mendekati hari H untuk menghubungi travel biro yang mengatur perjalanan, pada makan malam setelah shalat maghrib, sang Ayah bercerita rencana"nya, isteri dan anak mendengar dengan sungguh ". Setelah selesai Isteri berkata, Mama ada usul boleh ? Silahkan ... Isteri sambil tersenyum meneruskan, begini Mama sebenarnya ingin akhir bulan ini dirumah saja membayar puasa Ramadhan kemarin masih 3 hari lagi dan juga menyelesaikan khatam al qur'an yang tertunda. Kita pergi kesana bulan depan saja. Sang Ayah berkata subhanallah... Sebenar Ayah pun lebih senang berada di mesjid dekat rumah dua hari akhir bulan ini sambil turut serta membantu pembangunan mesjid itu. Kedua anak laki"nya sambil melonjak gembira mengatakan kami ikut Ayah...