Langsung ke konten utama

Ibarat antara MINYAK & AIR

 Manusia disatukan/pisahkan oleh nilai-nilai yang dianutnya. Apa yang terjadi adalah sekedar sebab, itu sekedar dinamika nya saja, akhirnya manusia akan mengelompok dengan yang sejenis. Tidak usah membuang waktu dengan berupaya menyampur minyak dengan air. Wasting time. Air akan tetap air, minyak akan tetap minyak. Air dn minyak bahkan memiliki " kebenarannya " sendiri. Apa yang terjadi sudahlah pasti terjadi, hanya alasannya apa dan waktunya kapan.

Oleh sebab itu tidak perlu ada kebencian antara minyak dan air, gagak dan rajawali, ayam dan merpati, mereka memang sudah pasti begitu..Penjelasan pun tiada guna karena bukan masalah penjelasan, tetapi ini masalah jenis.

Kita bersyukur disatukan dengan yang sejenis disinilah Kita merasa nyaman. Demikian pula orang2 lain yang bersyukur bersatu dengan jenis nya. Siapa yang lebih baik ? Tidak ada yang lebih baik... Bagi Tikus yang terbaik adalah Tikus, bagi marmut yang terbaik adalah marmut, Tikus tidak ingin menikah dengan gadis marmut sekalipun... Demikian sebaliknya.

Kita terkadang membuang waktu supaya bisa bersatu, tidak mungkin itu. Semangka berdaun sirih hanya ada pada lagu.. Atau pada lukisan
Bukan soal kalah menang, soal baik buruk, ini soal jenis... Biarlah Tuhan yang menilai...

Memahami ini penting, agar Kita jernih dan memiliki rasa hormat kepada siapa saja, tidak merasa lebih baik dari siapa saja. Agar Kita juga bertekad kuat menjadi lebih baik dari hari kehari...Semoga Allah Swt menolong Kita

Tiap hari Kita harus bertanya am I happy dan apakah aku dijalan yang benar ? Semua konflik terjadi dilakukan oleh orang2 yang merasa benar.. Firaun pun ketika berhadapan dengan Nabi Musa merasa benar... Kita perlu berhati hati benarkah Kita bukan Firaun ? Semoga Allah Swt memberi petunjuk.

Iya, air lebih paham pada diri nya, juga minyak lebih paham pada dirinya.
Allahu A'lam. Kita bersyukur dikelilingi orang2 yang kita cintai dn Kita pergi ketempat dimana Kita dicintai...

Jose Mourinho, aku pergi ketempat dimana orang2 menyintai ku... Chelsea..

Kesimpulan: mari bersyukur, karena Allah Swt telah memberikan yang terbaik dan tetap tawaduk karena hanya dengan rahmat Nya lah Kita bisa selamat... Aamiin...

Prof.H.Abdul Khaliq Fajduani, SH

By AFAYIN CHANNEL 

Read Article Online

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janganlah Melampaui Batas

 Beberapa hari yang lalu Saya membaca koran, ada sebuah bengkel terbakar habis karena seorang montir disitu menyalakan rokok dan api menyambarnya. Itulah alasannya mengapa di setiap bengkel, spbu, pabrik, bahkan dihutan pun selalu ada peringatan dilarang merokok. Terhadap peringatan tersebut sering kita berpikir, ini berlebih"an. Masakkan di kantin bengkel saja tidak boleh merokok, atau ditengah hutan begini apa salahnya menyulut sebatang rokok dan seterusnya. Ternyata berdasarkan fakta diatas tadi larangan merokok diberbagai tempat bukan sesuatu yang berlebih"an sudah seharusnya begitu dan yang mengabaikan peringatan itu benar" melampaui batas. sangat terasa bahwa kerja adalah ibadah, yang menjadi bekal dikampung akhirat kelak, juga sekaligus memberi banyak sekali kebaikan dikampung dunia ini. Bekerjalah karena bersyukur. Demikianlah ketika kita melihat orang-orang yang bersikap Zuhud dan wara' Kita berpikir ah..... Gak gitu" amat lah, longgarlah sedikit... Dan...

Kisah Dr. Gary Miller, Sang Penantang Al Quran : “Melakukan Riset Panjang Untuk Mencari Kesalahan Al Qur’an ”

Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu. Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidakotentikan kitab suci umat Muslim itu. Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.” Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya ...

TENTANG QUADRANT PIKIRAN

Pada Quadrant waktu, Kita bisa melihat siapa Kita. Bila Kita banyak menghabiskan waktu pada Quadrant penting tidak mendesak, berarti Kita bisa diperkirakan adalah orang" yang hidup nya efektif dan efisien, mengerjakan hal" yang benar dengan cara yang benar. Sebalik nya bila Kita banyak menghabiskan waktu pada Quadrant tidak penting tidak mendesak, maka Kita bisa digolongkan orang yang merugi, mengerjakan hal" yang tidak penting dan tidak berguna sama sekali. Apa boleh buat, Kita adalah orang yang tidak berguna. Dalam Islam, manusia diingatkan agar jangan berkata kata serta berbuat sia sia. Bahwa apa yang Kita kerjakan, dimana Kita berada, itu ditentukan oleh apa yang Kita pikirkan. Kita adalah apa yang Kita pikirkan. Lalu dari situlah timbul keputusan apa yang kita lakukan dan dimana Kita berada. Dapat diperkirakan bila Kita sering di mall dan window shopping, maka isi pikiran Kita adalah tentang barang branded dan yang semacam itu. Sering di Mesjid artinya pikiran Kita ...